SMP Information Technology Pte Ltd., is established to meet the demands for qualified professionals of ever growing Information Technology industry. We provide high quality on-site and remote consulting services for growing enterprises worldwide and give them a significant competitive advantage. Our objective is to enhance the success of our clients by providing solutions for projects and cost-effective consulting services for their business needs. We provide high quality on-site and remote consulting services for growing enterprises worldwide and give them a significant competitive advantage.
SMA Negeri 1 Cilacap, pada awalnya hanya sebuah SMA Partikelir A dan C yang berdiri tahun 1958 dan membuka pendaftaran di SMPN 1 Cilacap dengan siswa pertama 60 anak. Kegiatan pembelajaran pun dilakukan berpindah-pindah tempat waktu itu: dari SGB 6 tahun (SPG Cilacap), pindah ke Gedung Kesenian di Pelabuhan Cilacap (gedung yang diberi sekat-sekat), dan kemudian ke SMPN 2 Cilacap di Kandang Macan – Jl. D.I. Panjaitan. Para guru pengajar pun tidak semua dari Cilacap, sebagian didatangkan dari Purwokerto.
Berdasarkan SK Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tanggal 11 Juni 1959 Nomor: 27/SK/B.II, SMA Partikelir A dan C ini berubah status menjadi SMA Negeri Bagian A, B, C Cilacap, dan untuk sementara bertempat di SMPN 2 Cilacap. Pada 1 Agustus 1959 dilakukan serah terima dari Wardoyo (Kepala SMPN 1 Cilacap) kepada Slamet Singawilastra (guru yang kemudian menjadi Kepala SMA Partikelir A dan C, dan menjadi SMA Negeri 1 Cilacap yang pertama).
Berdasarkan Surat Perintah PADIM PEKUPER TJILATJAP ttd. Letnan Satu Infanteri Nasoem WS. Nomor: SP-PPKP/08/4/1960 tanggal 26 April 1960, mulai dibangunlah gedung SMA Negeri Cilacap Bagian (jurusan)A, B, C di Jalan MT Haryono 730 (menjadi lokasi permanen hingga sekarang).
Pertama kali bangunan gedung SMA Negeri 1 Cilacap hanya terdiri dari 4 kelas yang dilengkapi meja tulis, bangku, papan tulis, dan almari untuk keperluan kelas dan guru. Biaya pembangunan gedung beserta isinya tersebut menelan dana Rp 144 ribu. Bangunan tersebut belum semua permanen (tembok), namun sebagian masih menggunakan gedek (tabag). Pembangunan gedung baru dilanjutkan dengan membangun 6 ruang yang berhadapan dengan 4 kelas yang sudah ada, dan pembangunan 4 ruang berikutnya menghubungkan dua blok ruangan yang berhadapan dan membentuk huruf U (di tengahnya lapangan untuk upacara hingga sekarang).
Get contact details of over 700M profiles across 60M
companies – all with industry-leading accuracy. Sales and Recruiter users, try out our
Email Finder Extension.
Find business and personal emails and mobile phone numbers
with exclusive coverage across niche job titles, industries, and more
for unparalleled targeting. Also
available via our
Contact Data API.