Bank Mandiri was established on 2 October 1998, as part of the bank restructuring program of the Government of Indonesia. In July 1999, four state-owned banks - Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo - were amalgamated into Bank Mandiri. The history of these four banks can be traced back to over 140 years, and together they had contributed to the beginning of the Indonesian banking sector.
We are continuously seeking mutually beneficial business opportunities that create synergies, building alliances and strengthening our supporting businesses with and through our subsidiaries, notably Mandiri Sekuritas in investment banking, AXA Mandiri Financial Services in insurance, Bank Syariah Mandiri in Sharia banking, Bank Sinar Harapan Bali in micro banking, and Mandiri Tunas Finance in multi-finance. In 2011, Bank Mandiri acquired Mandiri AXA General Insurance (MAGI), a joint-venture between Bank Mandiri and AXA Societe Anonyme, to strengthen Bank Mandiri's penetration into the general insurance business. With various subsidiaries that support our businesses, we have further strengthened our position as a prominent financial holdings institution in Indonesia.
Since its establishment in 1946, BNI has always been part of the dynamics of national development in Indonesia. Now BNI has grown and developed into a solid national bank with sustainable financial performance. ‘Serving the Country, Pride of the Nation”, BNI is challenged to continue and increase its contribution for the progress of the nation and country, today and in the future.
At the end of 2012, BNI had total assets of Rp333.3 trillion and employed more than 24 thousands employees. To serve its customers, BNI leverages on its wide ranging service network, comprising 1,585 domestic outlets and 5 overseas branches in New York, London, Tokyo, Hong Kong and Singapore, 8,227 proprietary ATMs, 42,000 EDC as well as Internet banking and SMS banking facilities. BNI always strives to be the bank of choice by providing excellent service and value added solutions to all of its customers.
BNI offers integrated financial services to its customers, supported by its subsidiaries: Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities and BNI Life Insurance.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berdiri pada tahun 1990 semula dikembangkan sebagai perusahaan pembiayaan mobil, yang kemudian sejak tahun 1997 merambah ke pembiayaan sepeda motor. Pada tahun 2004, Adira Finance mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dan diambil alih oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon). Saat ini kepemilikan saham Bank Danamon terhadap Perusahaan adalah sebesar 92,07%. Sebagai anak perusahaan Bank Danamon, Adira Finance menjadi bagian dari Grup MUFG.
Adira Finance telah menjadi perusahaan terkemuka di sektor pembiayaan yang melayani beragam merek dan produk. Pada tahun 2015, Adira Finance mulai memperkenalkan produk pembiayaan perlengkapan rumah tangga dan elektronik (durable) dan pembiayaan otomotif (mobil dan motor) berbasis syariah melalui Unit Usaha Syariah Adira Finance. Di tahun 2017 Adira Finance turut menghadirkan platform e-commerce pembiayaan multiguna jasa dicicilaja.com, marketplace jual beli kendaraan momobil.id, dan diikuti momotor.id pada tahun 2018. Pada tanggal 20 Februari 2020, Adira Finance meluncurkan inovasi baru di bidang digital yaitu aplikasi adiraku.
Sesuai dengan janji brand Adira Finance, “Sahabat Setia Selamanya”, perusahaan terus hadir di sisi konsumen dengan memberikan beragam solusi finansial sesuai siklus kehidupannya.
Saat ini, Adira Finance memiliki peringkat surat utang idAAA/Stable dari Pefindo, dan peringkat kredit internasional “BBB” dari Fitch Rating dan “Baa1” dari Moodys. Adira Finance melayani lebih dari 2 juta konsumen aktif di seluruh Indonesia dengan jumlah piutang yang dikelola sebesar Rp 40,4 triliun (2021). Selengkapnya kunjungi www.adira.co.id.
Adira Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan